ABSTRAK
Nama : Hadari
NIM : 80100211060
Konsentrasi : Tafsir Hadis
Judul Tesis : Penafsiran M. Quraish Shihab tentang
Ayat-ayat Ukhuwah
dalam Tafsi>r al-Mishba>h}
Permasalahan pokok tesis ini adalah
bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab tentang Ayat-ayat Ukhuwah dalam
Tafsi>r al-Mishba>h} dengan sub masalahnya adalah bagaimana hakikat
ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h} dan bagaimana bentuk-bentuk ukhuwah
dalam Tafsi>r al-Mishba>h}. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan hakikat ukhuwah
dan menganalisis ayat-ayatnya dalam Tafsi>r al-Mishba>h} dan mengetahui bentuk-bentuk
ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h}.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis
penelitian ini
penelitian literatur (book survey) atau penelitian kepustakaan (library
research) dengan metode pendekatan
yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir.
Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah penelaahan dan pengkajian
bahan-bahan pustaka (library research) dengan langkah-langkahnya adalah
menetapkan masalah dan tujuan penelitian mengenai
penafsiran M. Quraish Shihab tentang ayat-ayat ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h}, mengumpulkan data mengenai
konsep ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h. Pengolahan data melalui tiga tahap yakni menganalisis,
memaparkan, dan merumuskan penafsiran M. Quraish Shihab yang
berkaitan dengan ayat-ayat ukhuwah,
dianalisis secara kualitatif kemudian menarik kesimpulan. Pengujian keabsahan
data dilakukan dengan menganalisis
ayat-ayat ukhuwah dalam tafsi>r al-Mishba>h} dan membaca bahan-bahan
referensi yang mendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hakikat ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h} adalah Persaudaraan antara sesama mukmin atau persaudaraan kaum
beriman semestinya tidak terjadi dari pihak mana pun yang mengganggu rasa
persaudaraan itu. Persaudaraan yang terjalin antara sesama muslim, adalah
persaudaraan yang dasarnya berganda. Sekali atas persamaan iman, dan kali kedua
adalah persamaan seketurunan. 2) Bentuk-bentuk ukhuwah dalam Tafsi>r al-Mishba>h
adalah persaudaraan atas dasar: a) Saudara kandung atau saudara seketurunan,
b) Saudara yang dijalin oleh ikatan keluarga, c) Saudara dalam arti
sebangsa, d) Saudara semasyarakat, d) Persaudaraan Seagama.
Implikasi dari penelitian ini adalah persaudaraan yang dijalin dengan rasa persatuan dan
kesatuan, serta hubungan harmonis antar anggota masyarakat kecil atau besar,
akan melahirkan limpah rahmat bagi kita semua. Sebaliknya, perpecahan dan
keretakkan hubungan dapat mengundang lahirnya pertumpahan
darah dan perang saudara yang puncaknya adalah peperangan.